Komunikasi 5345434419_47f48472f1_z

Published on November 26th, 2012 | by duniatraining

0

7 Tips Meningkatkan Keterampilan Komunikasi

1. Memberikan Apresiasi.

Sebelum masuk ke inti percakapan, pastikan Anda mengungkapkan terima kasih untuk waktu yang telah diberikan baik melalui lisan maupun perhatian saat komunikasi berlangsung.

Waktu adalah sumber daya yang sangat berharga, dan penting. Juga, melengkapi atau mengakui kontribusi positif yang lawan komunikasi Anda telah berikan.

Apresiasi dan pujian dapat memberikan dampak yang besar untuk membangun hubungan yang baik.

2. Saling Menghubungkan.

Tidak ada salahnya untuk menghubungkan tema pembicaraan Anda pada tingkat pribadi jika memungkinkan. Temukan hal-hal menarik yang dapat menjadi perbincangan bersama yang menarik.

Bahkan dalam situasi profesional, mungkin ada beberapa kepentingan pribadi yang sama, hobi, olahraga, anak-anak, dan lain-lain.

Yang harus diperhatikan adalah untuk tetap berhati-hatilah terhadap topik-topik yang bersifat kontroversial seperti kecenderungan politik atau keyakinan agama. Arti sebenarnya dari koneksi membuat perbedaan dalam nada dan hasil percakapan saat ini dan komunikasi masa depan kemungkinan besar juga.

3. Selalu positif.

Mempertahankan sikap positif sangat penting untuk komunikasi yang produktif. Tunjukkanlah sikap konstruktif dan hindari pemikiran-pemikiran negatif atau mengeluh terhadap suatu hal.

Seseorang akan menjadi tertutup, dan lebih cepat mengakhiri komunikasi yang ada ketika mereka merasa diserang atau dikritik. Jadilah seseorang yang mampu mendorong dan terlihat tetap dapat diajak kerjasama bahkan ketika mengungkapkan keprihatinan atau ketidaksenangan.

4. Perhatikan intonasi.

Meskipun kadang-kadang perlu untuk bersikap tegas membuat penekanan dalam berkomunikasi, hendaknya kita jangan agresif. Terdapat garis tipis antara keduanya.

Nada permusuhan tidak dapat diterima dalam komunikasi yang produktif. Tetap percaya diri dan katakana secara to the point, namun tetap tenang dan kooperatif.

5. Tetap fokus pada hasil.

Sangat penting untuk mencari tahu apa hasil yang Anda inginkan sebelum Anda memulai percakapan. Dengan mengetahui tujuan dalam berkomunikasi, maka akan membantu Anda untuk mengarahkan percakapan dan tetap pada fokus Anda.

Apa yang ingin Anda capai? Apakah Anda mencoba untuk memberikan bantuan, menyelesaikan konflik, atau berkolaborasi pada proyek atau masalah? Apakah Anda mencari nasihat atau mencoba untuk mempengaruhi perilaku? Hasil yang Anda inginkan akan membantu untuk menentukan arus komunikasi yang berlangsung.

6. Menjadi pendengar yang baik.

Kontak mata sangat penting, bersikap sopan dan tidak mengganggu menjadi kunci penting dalam komunikasi yang baik. Tidak ada yang suka merasa terganggu dan meskipun itu wajar untuk ingin terburu-buru untuk mengantarkan pada fokus Anda, cobalah untuk memahami perspektif orang lain, buat orang lain nyaman dengan Anda.

Jadikan diri Anda menyenangkan sehingga lawan bicara atau audience Anda akan lebih tertarik kepada Anda dan tentunya terhadap apa yang Anda komunikasikan.

Dan belajar untuk menghargai sudut pandang yang berbeda dapat menjadi alat komunikasi penting.

7. Tangkap isyarat non-verbal.

Pernahkan Anda memperhatikan bahasa tubuh lawan bicara Anda? Bahasa tubuh dapat menjadi sumber informasi berharga bagi Anda, akan sulit untuk menawarkan sebuah produk kepada seseorang yang sedang terburu-buru, seperti halnya sulit memancing tawa kepada orang yang sedih.

Dan kita dapat mengambil keputusan bagaimana gaya komunikasi kita yang efektif hanya dengan melihat bahasa tubuh. Kurangnya kontak mata, gangguan, atau gelisah sering menjadi tanda-tanda gelisah atau tidak sabar. Menguap atau mendesah biasanya tanda-tanda kelelahan mental atau fisik.

Ketika Anda melihat jenis sinyal non-verbal, itu pertanda bahwa percakapan ini tidak akan menjadi yang produktif. Cepat ambil keputusan untuk komunikasi yang lebih baik, membicarakan hal lainnya, memunda pembicaraan atau menanyakan tentang ketidaknyamanan untuk meminimalisirnya jika komunikasi cukup penting.

Selalu mencoba untuk mengakhiri komunikasi Anda dengan ramah. Menanggapi ucapan terima kasih dengan tulus dan berusaha untuk menjaga perasaan lawan komunikasi agar merasa dimengerti dan dihargai. Komunikasi yang produktif melibatkan perasaan hormat, pertimbangan, kesadaran, dan kejelasan.

 

Tags: , , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address