Motivasi patch adams

Published on December 10th, 2012 | by duniatraining

0

Dokter Patch Adams Yang Inspiratif

Jika Anda pernah menonton film yang dibintangi oleh Robin Williams yang berjudul “Patch Adams” Anda mungkin mengenal tentang sosok dokter eksentrik yang bernama seperti judul filmnya, Patch Adams.

Film tahun 1998 ini mengisahkan bagaimana ia mencoba membantu pasien-pasiennya yang menderita penyakit ringan maupun kronis tak hanya dari sisi medis saja tapi juga dari sisi psikologis.

Ia juga membangun sebuah rumah sakit yang tidak memungut biaya apapun dari pasien mereka. Berikut ini sedikit kisah mengenai dokter yang sangat perhatian pada pasiennya. Kisah yang sangat inspiratif.

Hunter Doherty Adams lahir 28 Mei 1945 adalah seorang dokter, aktivis sosial, diplomat sosial dan pengarang buku di Amerika. Tinggal di Urbana Illinois.

Dokter Adams lebih dikenal sebagai “Patch” yang berarti tambalan karena filosofinya yang ingin menjadi tambalan hidup siapapun yang membutuhkan pertolongan Patch mengalami masa kecil yang traumatis, ayahnya tentara amerika yang dikirim saat perang saudara Korea meninggal selama bertugas, Patch juga sering menjadi korban “bully” teman-temannya di sekolah hingga membuatnya sering melakukan percobaan bunuh diri Setelah tiga kali masuk ke rumah sakit jiwa akhirnya dia menyadari bahwa dia harus memiliki tujuan dalam hidupnya.

Patch memutuskan untuk melanjutkan sekolah kedokteran di Medical College of Virginia. Patch menjadi mahasiswa paling unik, dengan baju yang berwarna-warni, dan tingkah laku yang sangat riang hingga dekannya menyebutnya “Excessive Happiness”.

Namun, disinilah Patch menemukan pengalaman berharga dalam hidupnya. Dia tidak setuju dengan prinsip “distance” yang menuntut dokter untuk menjaga jarak dan tidak memiliki hubungan emosional dengan pasiennya.

Menurutnya seorang dokter tidak saja perlu memerangi penyakit tapi juga membantu pasien untuk memiliki hidup yang lebih berkualitas. Meski mahasiswa tahun pertama belum diperbolehkan mengunjungi pasien di rumah sakit, Patch berani melanggar peraturan tersebut dan mengunjungi pasien serta berinteraksi dengan perawat.

Dari sanalah ia menemukan metode “hubungan emosional” dengan pasien. Menurutnya, seorang dokter perlu mengenal pasiennya, tidak hanya penyakitnya saja, dan ketika sang pasien sudah membuka hatinya maka proses pengobatannya akan menjadi lebih mudah.

Patch menggunakan kostum badut dengan hidung merahnya untuk menghibur dan membuka hubungan emosional dengan pasien.

Di tahun ketiga ia menemukan ada banyak sekali pasien yang sering ditolak rumah sakit akibat tidak memiliki asuransi kesehatan. Lalu muncullah ide untuk membuat rumah sakit gratis.

Dimulai dengan rumah yang sederhana, Patch mencari pasien-pasien yang kurang beruntung itu dan mengajak mereka ke rumah sakit buatannya.

Pasien yang datang tidak dipungut biaya apapun, dan setiap pasien diberikan tanggung jawab untuk mengurus pasien yang lain.

Tak berjalan lama, Patch disidang karena dinilai tindakannya ini melanggar kode etik kedokteran karena membuka praktek tanpa ijin.

Tapi akhirnya dia bisa lolos dan melanjutkan kuliah hingga lulus. Setelah lulus Patch mendirikan Gesundheit Institute dan melanjutkan Rumah Sakit Gratisnya tersebut.

Ribuan dokter melamar untuk menjadi sukarelawan di institute ini. Setiap tahun ratusan dokter berkostum badut dikirim ke beberapa negara untuk melakukan kampanye dan misi kesehatan.

“You don’t kill yourself; you make revolution” -Patch Adams

Kebanyakan dokter hanya peduli dengan penyakit pasien. Menurut Patch, paham ini harus ditinggalkan. Arti sehat bukan hanya semata-mata bebas dari penyakit, melainkan juga kepenuhan atau kesejahteraan secara fisik, mental, dan sosial.

Seharusnya dokter tidak hanya merawat penyakit, tetapi juga pasiennya. Apabila dokter memperhatikan aspek psikologis pasien, semangat hidup pasien akan timbul dan pasien akan lebih memperhatikan kesehatannya.

Hal inilah yang mendorong Patch menggunakan metode “humor – humanisme”. Ia berusaha membuat pasiennya senang dan nyaman.

Patch juga mengritik biaya rumah sakit yang terlalu mahal. Rumah sakit telah melupakan aspek kemanusiaan dan lebih mementingkan uang. Seorang ibu, yang anaknya baru meninggal, tidak boleh menengok anaknya sebelum menandatangani formulir.

Keadaan seperti ini membuat masyarakat ragu untuk datang ke rumah sakit. Melihat keadaan ini, Patch mendirikan Gesundheit Institute dimana pasien yang datang tidak perlu memusingkan soal biaya.

Photo: Sarvodaya Sri Lanka

Tags: , , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address