Motivasi tukak lambung

Published on December 17th, 2012 | by duniatraining

0

Kisah Luar Biasa 2 Dokter Australia Melawan Tukak Lambung

Selama puluhan tahun teori medis yang hampir diterima secara universal adalah bahwa tukak lambung disebabkan oleh stres, merokok dan alkohol. Dasar pemikirannya adalah bahwa stres menyebabkan tubuh menghasilkan asam lambung berlebihan, yang menggerogoti lapisan lambung. Penanganan standarnya dulu adalah operasi.

Lalu, dua dokter Australia, Robin Warren dan Barry Marshall, mengatakan bahwa tukak lambung disebabkan oleh varietas bakteri yang – dimasa itu – belum dikenal. Waktu itu, pernyataan ini sama konyolnya dengan berkendara melawan arus di sebuah jalan raya sambil berkeras bahwa pengendara lain berjalan salah arah.

Pada tahun 1983, Dr. Marshall mulai berhasil menangani para penderita tukak lambung dengan antibiotik. Kemudian di tahun itu, di sebuah konferensi penyakit di Belgia, Dr. Marshall ditanya apakah menurutnya bakteri menyebabkan beberapa tukak lambung. Dr. Marshall secara dramatis menjawab bahwa ia percaya bakteri menyebabkan semua tukak lambung.

Apakah semua pakar salah? Bagaimana mungkin?

“Dogma tidaklah mungkin diganti,” ujarnya kemudian.

Di luar panggung dan di pertemuan ilmiah lainnya, ia dicemooh karenanya.

“Agenda mereka adalah membungkam saya dan menyingkirkan saya dari gastroenterology lalu membuat saya hanya praktik umum di pedalaman,” ujar dokter muda dari Perth ini.

Komunitas medis di seluruh dunia tetap bersikukuh menentang gagasan bakteri tukak lambung yang berlawanan arus ini.

Pada Oktober 2005, Dr. Warren dan Dr. Marshall mendapat Hadiah Nobel dalam bidang kedokteran karena menemukan

“bakteri tukak lambung”. Butuh lebih dari satu dasawarsa bagi kelompok mapan untuk berhenti meresepkan antiasam dan mulai menggunakan antibiotik. Sungguh luar biasa membayangkan betapa besar ongkos kolektif dan penderitaan yang disebabkan kegigihan kelompok mapan medis untuk tidak terbukti salah.

Di penghujung sebuah penemuan besar, orang banyak tergoda untuk menjadi pihak yang benar. Kisah diatas menunjukkan kita seharusnya mencari apa yang benar, bukan siapa yang benar dan mengatakan hal yang benar walaupun itu melawan arus orang-orang kebanyakan.

Photo: achievement.org

Tags: , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address