Financial Strategi Sebelum Mengajukan KPR

Published on December 18th, 2012 | by duniatraining

0

Siapkan Strategi Sebelum Mengajukan KPR

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam berkehidupan yang layak. Tanpa tempat tinggal yang layak dan nyaman maka kita pun akan merasa ada yang kurang dalam menjalani kehidupan.

Siapa sih yang tidak mendambakan suatu saat atau saat ini ingin memiliki dan menempati sebuah rumah idaman? Pasti hampir semua orang menginginkannya.

Melihat kondisi saat ini yang mana harga tanah semakin membumbung tinggi seiring berjalannya waktu, maka proses dan perjuangan untuk mendapatkan rumah idaman pun akan semakin sulit untuk diwujudkan.

Tetapi pepatah banyak orang “apa sih yang gak bisa dilakukan di dunia ini?” Semakin susah tentu semakin merasa punya kepuasan tersendiri ketika suatu saat nanti seseorang itu mendapatkan apa yang dia dambakan.

Ada dua cara untuk mendapatkan rumah (idaman), membayar dengan cash atau langsung lunas dan dengan cara menyicil selama beberapa tahun. Melihat harga jual rumah maupun tanah saat ini, sepertinya jika dibandingkan kedua cara tersebut tentu saja dengan cara menyicil yang akan mendapatkan nilai terbanyak pilihan seseorang dalam mendapatkan rumah idaman.

Kalau membeli secara kredit atau menyicil tentu saja kita berpikir lagi siapa yang akan memberikan kredit? Iya, KPR atau kredit kepemilikan rumah adalah salah satu produk bank-bank dalam memberikan fasilitas kepada nasabahnya.

Dengan mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap tentu saja pihak bank tidak akan ragu untuk menyetujui KPR kita. Nah apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengajukan KPR tersebut? Berikut akan saya ulas beberapa tips agar KPR disetujui oleh pihak bank yang saya kutip dari kompas.com.

Kemudahan mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) kini bisa dimiliki oleh siapa saja, asalkan pemohon memenuhi syarat yang diajukan oleh perbankan. Mutlak dicamkam, ketika seseorang memilih KPR, ia harus mempertimbangkan segala sesuatunya terkait keuntungan dan kenyamanan.

Pertimbangan tersebut meliputi keamanan dalam semua aktivitas KPR, keunggulan fasilitas tersebut, reputasi dan kredibilitas bank pemberi KPR, jangka waktu kredit, jaringan pelayanan yang luas, pelayanan prima, serta fleksibilitas dalam pembayaran angsuran. Selain itu, pemohon KPR juga harus mengerti cara bank menganalisis kemampuan pemohon mencicil atau membeli.

Supriyadi Amir dalam bukunya ‘Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal’ mengatakan, sebelum memilih rumah dengan KPR, ada baiknya calon pemohon mempersiapkan hitung-hitungan dari bank.

Misalnya, Anda dan isteri adalah pasangan muda dengan penghasilan yang digabungkan mencapai Rp 6 juta per bulan. Anda adalah pekerja tetap dan menginginkan rumah kecil, sehat, di lingkungan permukiman layak.

Bank biasanya mengizinkan atau menyetujui cicilan bila tidak lebih dari sepertiga gaji per bulan. Maka, misalnya, gaji Anda berdua Rp 6 juta, cicilan akan disetujui bank jika tak lebih dari Rp 2 juta per bulan.

Untuk mengetahui kemampuan membeli rumah, bank biasanya hanya mendanai 80 % dari nilai rumah. Misalnya, Anda akan membeli rumah seharga Rp 100 juta, maka bank hanya mau mendanai Rp 80 juta. Untuk itu, Anda harus menyiapkan Rp 20 juta.

Di samping itu, Anda perlu mempersiapkan 10 % biaya administrasi dan pajak. Jadi, total dana awal yang perlu Anda siapkan sebelum KPR rumah harga Rp 100 juta itu adalah Rp 30 juta. Rinciannya,Rp 20 juta untuk yang tidak didanai bank, dan Rp 10 juta untuk kepentingan lain-lain.

Selanjutnya, setelah Anda mengetahui kisaran harga rumah yang bakal disetujui oleh bank, barulah Anda mencari rumah idaman sesuai kemampuan.

Selamat memilih KPR!

Tags: , , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address