Komunikasi pendengar

Published on January 10th, 2013 | by duniatraining

0

6 Cara Menjadi Pendengar Yang Baik

Bila Anda terlibat dalam sebuah pembicaraan, Anda tidak hanya berbicara tapi juga mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Seorang pendengar yang baik tidak hanya ingin mengetahui seperti apa cerita yang akan dibagi oleh lawan bicaranya, tapi juga menghargai keinginan setiap orang, yaitu keinginan untuk didengar.

Kemampuan mendengarkan apa yang dikatakan orang adalah salah satu kemampuan yang langka tetapi menjadi penting disaat semua orang ingin berbicara tetapi sedikit yang benar-benar ingin mendengarkan orang lain.

Bila Anda ingin mengahargai dan dihargai oleh orang lain, Anda perlu mempelajari bagaimana menjadi pendengar yang baik. Inilah caranya.

1. Fokus pada lawan bicara.

Sesibuk apapun Anda, hentikan sementara sifat multitasking saat sedang mendengarkan lawan bicara. Tunjukkan bahwa Anda fokus pada apa yang sedang dibicarakan. Simpan dulu ponsel Anda, abaikan dulu bunyi ringtone yang mengganggu pembicaraan (kecuali jika benar-benar urgent, tentunya), dan pastikan Anda tidak melewatkan sedikitpun bahan obrolan.

2. Hindari memotong pembicaraan.

Memotong dan menyela pembicaraan bukan hal yang baik untuk dilakukan, terutama saat obrolan semakin serius. Selain tidak menunjukkan etiket yang baik, memotong pembicaraan juga tidak menunjukkan hormat Anda pada lawan bicara. Tahan dan bersabarlah sampai lawan bicara menyelesaikan kalimatnya.

3. Tunjukkan reaksi.

Tunjukkan bahwa Anda mendengarkan ceritanya dengan menjaga kontak mata dan melihat langsung pada lawan bicara. Tunjukkan pula reaksi Anda dengan ekspresi wajah, seperti mengangguk atau mengernyitkan dahi.

4. Buka pikiran Anda.

Cobalah posisikan diri Anda sebagai lawan bicara. Rasakan apa yang dialaminya. Hindari terlalu banyak berasumsi dan menghakimi dengan pola pikir yang sempit. Buka pikiran Anda atas kondisi yang dialaminya secara keseluruhan, tidak hanya obrolannya saja.

5. Hindari fokus pada diri sendiri.

Saat lawan bicara mengeluarkan keluhannya, Anda mungkin akan terdorong untuk menceritakan pengalaman yang sama yang Anda alami. Ingat, fokus pembicaraan ialah lawan bicara Anda, bukan Anda. Jangan sampai rekan Anda yang mau curhat, malah dicurhati balik oleh Anda.

6. Aktif merespon obrolan.

Seorang pendengar yang baik tidak hanya akan menyediakan telinga untuk lawan bicaranya. Dalam mendengarkan obrolan, Anda juga harus aktif memberi respon. Tidak hanya sekedar “oh…” atau “ya, lalu?” tapi sampaikan juga pendapat Anda tentang apa yang sedang dibicarakan.

Photo source: forbes.com

Tags: , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address