Motivasi 4353407858_a8e72ac678_z

Published on February 8th, 2012 | by duniatraining

0

Kiat Berinvestasi Bagi Pemula

Bagi Anda yang ingin menambah penghasilan namun memiliki keterbatasan waktu untuk bekerja sampingan atau tidak mengetahui cara untuk memulai bisnis, tidak ada salahnya untuk berpikir tentang investasi. Banyak instrumen investasi yang dapat Anda gunakan, seperti saham, emas, obligasi dan sebagainya.

Untuk memulai berinvestasi ada baiknya memperhatikan 7 kiat berikut agar Anda dapat lebih memahami lebih dalam seluk beluk mengenai beragam investasi yang ada.

  1. Kapan saat yang tepat untuk berinvestasi.
    Investasi tidak terlepas dari musim ekonomi yang penuh dengan pergolakan dan ketidakpastian, namun Anda harus memahami bahwa ada saat-saat yang tepat dimana Anda dapat mengambil keputusan untuk berinvestasi, mulailah untuk sedikit banyak mencari tahu keadaan ekonomi khususnya di Indonesia.Dengan memiliki kemampuan “melek” ekonomi, Anda dapat menghasilkan lebih banyak karena strategi dan informasi yang Anda miliki dapat membantu Anda mengambil keputusan.
  2. Ketahui siklus ekonomi.
    Setiap negara memiliki siklus finansial yang berbeda beda, contohnya Amerika berkembang pada siklus komoditas seperti, minyak mentah, baja, sawit dan sebagainya pada era 80 sampai 90-an.Hal ini dapat menjadi acuan siklus apa selanjutnya dan bagaimana setiap siklus perekonomian mampu mempengaruhi pasar dalam negeri yang berimbas pada kenaikan atau penurunan harga komoditas tertentu yang serupa.
  3. Pilih siklus terbaik untuk Anda.
    Perhatikan siklus yang mungkin akan naik dan memberikan peluang lebih besar untuk berinvestasi, bila saat ini siklus komoditas di sektor baja sudah mulai.Ada kemungkinan emas akan merajai dan menggantikan posisi baja, hal ini dapat menjadi informasi berharga bagi Anda untuk segera memperhitungkan membeli emas untuk berinvestasi.
  4. Apakah Anda menguasainya ?
    Banyak hal yang menjadi pengaruh atas sebuah keputusan investasi, di antaranya faktor ekonomi, penguasaan metode investasi, kemampuan ataupun aspek kesukaan terhadap investasi yang ada.Ada baiknya Anda memiliki ketertarikan atas investasi yang nanti akan Anda jalankan agar investasi Anda tetap menjadi prioritas dan mendapatkan perhatian yang proporsional di saat-saat genting. Banyak pilihan investasi yang dapat dilakukan bagi pemula dengan modal yang tidak terlalu besar, diantaranya:

    • Reksadana.
      Dengan reksadana, Anda dapat menemukan kemudahan berinvestasi karena system yang dibuat tidak melibatkan Anda secara aktif, cukup dengan menginvestasikan sejulah uang dengan nominal yang sudah ditentukan dan manageman akan dilakukan oleh Manager Investasi yang akan diinvestasikan ke dalam portofolio investasi berupa saham, pasar uang, obligasi ataupun sekuriti lainnya.
    • Saham.
      Anda dapat memiliki saham dari perusahaan-perusahaan yang Anda inginkan, melalui profesional broker, Anda akan dibantu melakukan diversifikasi untuk mengurangi resiko.
    • Logam Mulia.
      Emas salah satu investasi yang sederhana namun cukup menjanjikan, dengan membelinya dan menyimpan emas dalam jangka waktu yang cukup maka kemungkinan besar dan hampir pasti harganya akan naik.
  5. Jangka Panjang.
    Seperti halnya menanam pohon, kita harus jeli mencari bibit berkualitas tinggi, merawat secara konsisten dan mencari tahu kebutuhan pasar, begitu pula investasi.Berinvestasi memerlukan jangka waktu yang cukup panjang, bersikaplah tenang atas segala kondisi ekonomi yang tidak menentu, analisis dengan seksama apa kesempatan terbesar maupun dampak terburuknya bagi anda saat mengambil keputusan.Jangan panik apabila pasar sedang down atau mengambil keputusan untuk segera melepas investasi yang ada di tangan. Sebagai investor, kita dituntut untuk memiliki pandangan luas bahwa melemahnya pasar merupakan bagian dari siklus ekonomi. Tetaplah bijak dalam mengambil keputusan untuk hasil maksimal.
  6. Jadilah Investor yang Bertolak Belakang.
    Setiap investor mengetahui kapan saat-saat untuk mejual dan membeli investasi, ikutilah siklus pasar, namun jadilah investor yang bertolak belakang dengan mengetahui kapan puncak siklus investasi.Apabila sebagian besar menjual, jadilah pembeli dan sebaliknya saat orang menjual anda harus menjadi pembeli.
  7. Awasi pergerakan siklus investasi.
    Melalui pengalaman, Anda akan menemukan pola siklus investasi yang Anda geluti, karena itu ketahuilah puncak siklus investasi Anda, sebelum bergerak menjadi siklus penurunan investasi Anda.

Tags: , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address