Komunikasi 5036313154_3b78ca7073_z

Published on February 9th, 2012 | by duniatraining

0

Menciptakan Kesan Pertama yang Luar Biasa

Ketika Anda memiliki janji meeting bersama rekan bisnis, presentasi atau acara sosial lainnya yang membutuhkan tingkat komunikasi yang handal dan fleksibel, dibutuhkan kesan pertama untuk memunculkan trust terhadap lawan berkomunikasi Anda.

Kesan yang baik tidak datang dengan sendirinya, namun bukan berarti tidak dapat dibangun dengan hal-hal positif saat berkomunikasi. Berikut trik yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan kesan yang luar biasa terhadap client atau rekan kerja Anda.

Putuskan apa yang akan Anda katakan.

  1. Pertemuan yang baik dan terencana akan menciptakan kondisi yang kondusif, sebelum melakukan pertemuan bisnis, cobalah untuk merencanakan poin-poin penting apa yang akan didiskusikan, batas-batas negosiasi atau ketentuan-ketentuan yang harus diketahui kedua belah pihak secara bersamaan.Review sejenak apa yang akan dibicarakan di dalam pikiran sehingga Anda lebih siap. Jika lawan bicara Anda adalah seseorang yang penting atau membuat Anda sedikit tegang, atau untuk pertama kalinya melakukan pertemuan penting, maka ada baiknya anda berlatih dan mendapatkan cara berkomunikasi yang efektif.
  2. Pertimbangkan pendengar Anda.
    Dalam berkomunikasi hendaknya masing-masing individu memiliki satu tujuan, ada kalanya saat presentasi kita tak mampu menarik perhatian audience secara maksimal.Kesan pertama yang baik dapat membantu Anda dalam menarik perhatian audience Anda saat Anda melakukan presentasi. Karena itu pentingnya informasi-informasi detail mengenai pendengar Anda, dengan mengetahui kondisi, status dan tujuan pendengar Anda, Anda akan mampu berkomunikasi dengan lebih efektif.Jika audience Anda adalah kalangan profesional, dapat disiasati dengan tindakan yang formal dan bersahaja. Jika tipe audience Anda cukup terbuka, simple dan ceria, Anda dapat lebih menempatkan diri sebagai teman untuk meraih perhatian mereka.
  3. Jadilah Diri Sendiri.
    Begitu banyak orang yang rela menjadi orang lain di depan lawan bicaranya hanya demi menunjukkan kesan yang sempurna atau betapa efektifnya komunikasi mereka.Yang terpenting dalam menyampaikan pesan dalam berkominikasi adalah menjadi diri sendiri, apa adanya dan luwes.Saat Anda tidak menjadi diri Anda, secara tidak langsung lawan bicara Anda dapat merasakan melihat hal tersebut dan akan muncul efek ketidakpercayaan terhadap apa yang Anda katakan. Pahami diri Anda dan bangun kepercayaan diri untuk menampilkan siapa diri Anda.Tidak menjadi masalah saat Anda melakukan beberapa kesalahan kecil, selama hal tersebut dapat di tolerir dan tidak Anda ulangi.
  4. Jangan berharap pada kesempurnaan.
    Mental yang kuat Akan mengantarkan Anda pada pola pikir yang pantang menyerah. Saat dihadapkan pada kondisi dan pilihan sulit, Anda harus mampu mengendalikan emosi dan perilaku Anda.Bersiaplah untuk menangani masalah dengan memutuskan lebih dahulu apa yang akan Anda lakukan. Saat menerima kritik atau saat masukan Anda tidak diperhitungkan, pentingnya persiapan akan membangun mentalitas Anda menjadi lebih tangguh dan fleksibel terhadap komunikasi yang terjalin.
  5. Fleksibilitas dalam Komunikasi.
    Kemampuan untuk mengikuti arus komunikasi namun tetap berada pada jalur yang efektif antar kedua belah pihak harus diakui tidak dimiliki semua orang.Namun saat Anda memiliki kemampuan tersebut, Anda dapat mengarahkan komunikasi yang ada sesuai tujuan utama yang pada akhirnya menguntungkan kedua belah pihak. Orang yang berbeda harus diperlakukan berbeda, amati dengan cepat lawan bicara Anda dan beradaptasilah dengan kemampuan komunikasinya.
  6. Mengalir Bagai Air.
    Tidak ada salahnya untuk membiarkan lawan bicara kita memimpin pembicaraan pada tahap awal, jadilah pendengar yang baik dan pastikan Anda dapat menyampaikan tujuan Anda di saat yang tepat.Tidak masalah jika sesekali pembicaraan berlanjut ke hal yang sedikit keluar jalur, untuk mendapatkan atmosfer yang rileks dan penuh persahabatan. Namun pastikan tujuan komunikasi Anda tercapai di akhir perbincangan.
  7. Antisipasi kesalahan.
    Kesalahan lumrah terjadi di sela-sela komunikasi, kegugupan atau melupakan hal detail seringkali terjadi. Permintaan maaf yang tulus atas kealfaan Anda akan dimaklumi, jadi tidak ada alasan yang dapat membuat Anda rendah diri.Perencanaan yang memadai akan menjadi kunci untuk melakukan yang terbaik pada saat itu, jika perlu lakukan simulasi atau praktik untuk meyakinkan diri Anda semua akan berjalan lancar.

Tags: , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address