Komunikasi 8059806680_107d744a40_b

Published on June 23rd, 2013 | by duniatraining

0

Bukan Tidak Cinta

Cassie menunggu dengan antusiasnya, kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada, Cassie masuk lagi, keluar lagi, Belum ada, masuk lagi, keluar lagi, begitu terus selama hampir satu jam. Suara si mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30. Tinnn……….. Tiiiinnnnn………….. !! suara mobil, Cassie kecil melompat girang. Mama pulang, Papa pulang dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah.

Sang Ayah langsung menuju ke kamar mandi,sang Ibu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepalanya, wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.

“Mama, mama….mama, mama….” Cassie menggerak-gerakkan tangan mama, Mama diam saja, dengan cemas Cassie bertanya, “Mama sakit ya? mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?” Mama tidak menjawab. Hanya mengkerutkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, “Mama, mama… mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?”

Tiba-tiba… “Cassie!! kepala Mama lagi pusing! kamu jangan berisik!”

Mama membentak dengan suara tinggi, Kaget, Cassie mundur perlahan.

Matanya menyipit, kaki kecilnya gemetar, Bingung, Cassie salah apa?

Cassie sayang Mama… Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama?

Berbagai peristiwa sejenis terjadi, dan otak kecil Cassie merekam semuanya…

Setelah bertahun-tahun berlalu, Cassie tidak lagi kecil, Cassie bertambah tinggi, Cassie remaja, Cassie mulai beranjak dewasa. TIN TIIIN ! suara mobil, Mama pulang, Papa pulang, Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV, buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan “Cassie mana?”. “Tadi sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.”

Malam itu mereka kembali hanya makan berdua, Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anak kita sendiri, yang kita besarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, tampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama dengan kita? Apa salah kita? Apa dosa kita? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.

Di kamar atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam, Dari jauh, dari tempat dimana ia tidak akan terluka.

Ini adalah salah satu contoh klasik dari jebakan kehidupan yang telah muncul dalam diri sang anak. Pada saat ia dewasa, sungguh tidaklah heran ketika ia lebih memilih menjauh dari kedua orang tuanya karena itu membuat dirinya terasa “aman“. Itulah pola pertahanan diri yang dilakukan olehnya untuk membuat dirinya “selamat“.

Setiap orang memiliki jebakan kehidupan dalam dirinya. Ada 11 macam jebakan kehidupan yang dapat menjerat kehidupan Anda. Jebakan kehidupan ini membuat kita tidak dapat menjalani hidup kita dengan potensi penuh. Kita dapat hidup dalam kekhawatiran, ketakutan, tidak percaya diri dan banyak hal lainnya dalam menjalani hidup ini.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui jebakan kehidupan apa yang menjerat Anda dan bagaimana Anda bisa keluar dari jebakan kehidupan tersebut.

Untuk mempelajari lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi website jebakan kehidupan dan ikut serta pelatihannya. Pelatihan online yang dibuat dapat diikuti secara gratis sementara jikalau Anda ingin mengetahui secara persis jebakan kehidupan yang menjerat Anda, Anda bisa memilih untuk mengikuti pelatihan mini workshopnya.

Photo Credit: Brian Noneya

Tags: , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address