Financial simplehouse

Published on September 4th, 2013 | by duniatraining

BBM Naik dan Rupiah Melemah, RI Terancam Alami Krisis Perumahan Hingga 30 Tahun Mendatang

Akibat BBM Naik dan Rupiah Melemah, para pengembang rumah murah jadi agak malas membangun rumah rumah.

Para pengembang rumah murah meminta pemerintah untuk dapat menaikkan harga rumah bersubsidi hingga 10% dari saat ini Rp. 88-145 juta/ unit. Itu dikarenakan kenaikan harga bahan baku bangunan rumah yang terkena imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menegaskan sebetulnya Indonesia adalah negara yang paling banyak kekurangan pasokan rumah (backlog).

Saat ini bahkan, Indonesia sudah mencapai backlog 15 juta unit dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun sehingga butuh waktu puluhan tahun untuk menutup kekurangan ini.

Apalagi dengan kondisi saat ini dimana pengembang semakin malas untuk membangun karena kenaikan harga bahan material. Backlog ini semakin sulit dikurangi jika pemerintah tidak cepat ambil tindakan untuk mengatasinya. Indonesia akan mengalami krisis perumahan hingga 30 tahun mendatang.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan, usulan permintaan kenaikan harga rumah bersubsidi tersebut agar para pengembang mau membangun kembali rumah-rumah murah bagi masayarakat. Hal itu menjadi cara untuk bisa menyediakan rumah murah layak huni bagi masyarakat.

Pada tahun lalu harga rumah subsidi atau rumah murah telah naik, jumlah kenaikannya berbeda masing-masing wilayah, antara lain:

Wilayah 1 naik dari Rp 70 juta menjadi Rp 88 juta per unit, antara lain di Jawa, Sumatera dan Sulawesi kecuali Jabodetabek dengan ketentuan DP (uang muka) minimal 10%
Wilayah 2 naik dari Rp 70 juta menjadi Rp 95 juta per unit, antara lain di Kalimantan, Maluku, NTB dan NTT dengan ketentuan DP minimal 10%
Wilayah 3 naik dari Rp 70 juta menjadi Rp 145 juta per unit, antara lain di Papua dan Papua Barat, ketentuan minimal DP naik dari 10% menjadi 12,5%
Wilayah khusus naik dari Rp 70 juta Rp 95 juta, antara lain di Jabodetabek, Batam dan Bali minimal ketentuan DP minimal 10%

Rencananya setelah kenaikan tersebut akan ada kenaikan harga rumah subsidi hingga di atas Rp 100 juta/unit. Kini ketentuan tersebut sedang difinalisasi di kementerian perumahan rakyat.

Semoga hal ini bisa menjadi kenyataan ya. Selain daripada itu, bagi Anda yang bergerak di sektor properti, hal ini adalah sebuah berita bagus karena banyak sekali rumah yang dapat Anda bangun dan banyak pembelinya.

Bagaimana pendapat Anda? Tuliskan pada komentar di bawah.

Sumber : detik.com

Photo Credit: artist in doing nothing

Tags: , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Back to Top ↑

Email address