Komunikasi Patient holding hands

Published on December 19th, 2013 | by duniatraining

0

Akan selalu ada orang yang membutuhkan Anda.

Malam itu di rumah sakit, ada seorang perawat sedang bergegas mengantarkan pria yang baru saja datang dengan raut wajah tampak lelah dan cemas ke kamar salah satu pasiennya.

Sesampai di kamar pasien yang dimaksud, perawat itu dengan perlahan membungkukkan badan dan mulai berbisik ke telinga seorang pria tua yang sedang berbaring di ranjang.

“Anak Anda sudah datang, anak Anda ada disini Pak”

sang perawat terus mengulangi kalimatnya hingga orang tua tersebut perlahan tersadar dari pengaruh obat bius yang sengaja disuntikkan untuk meringankan rasa sakitnya.

Orang tua itu membuka matanya, samar-samar dia melihat seorang pemuda tegap dan gagah, lengkap dengan seragam militer berdiri di samping ranjangnya.Lalu dia mencoba menggerakkan tangannya hendak menggenggam tangan pemuda yang ada di hadapannya.

Dengan sigap pemuda itupun menggapai tangan orang tua dan menggenggamnya erat. Pemuda merasakan ada aliran cinta yang hangat dan kerinduan yang mendalam pada genggaman itu.Melihat apa yang sedang terjadi, si perawat tadi lalu mengambilkan kursi agar si pemuda bisa duduk di samping ranjang orang tuanya.

Malam semakin larut, di keheningan rumah sakit pemuda ini tetap setia dan terjaga menemani dan tidak melepaskan genggaman tangannya dari orang tua yang berbaring lemah di ranjang sambil terus membisikkan kalimat-kalimat cinta dan penguatan ke telinga orang tua itu walaupun yang sedang berbaring tak berdaya, tidak menjawab apa-apa.

Yang dia tahu dan dia rasakan adalah hanya tangan yang semakin kuat menggenggam, perasaan tenang dan bahagia saat tahu anak laki-lakinya berada di sisinya.Seiring fajar datang, orang tua itu pun meninggal dunia dalam pelukannya. Pemuda ini melepaskan genggamannya dari tubuh yang sudah tak bernyawa dan bergegas memanggil perawat.

Sesegera perawat datang dan mengerjakan apa yang sudah menjadi tugasnya. Sementara itu sang pemuda hanya bisa menunggu di luar kamar.Beberapa saat kemudian, dengan wajah duka perawat keluar. Sebelum hendak mengucapkan bela sungkawa si pemuda langsung bertanya kepadanya

“Suster, siapakah orang tua itu?”

Perawat heran dan terkejut, sambil menjawab

“Dia ayahmu”.

“Bukan suster. Dia bukan ayah saya. Saya belum pernah bertemu dengan beliau sebelumnya.”

Kata pemuda.

“Lalu mengapa Anda tidak mengatakan apa-apa saat saya membawa Anda menemui beliau tadi malam?”

kata perawat.

Pemuda itu berkata :

“Saya sudah tahu saat suster keliru membawa saya pada orang yang salah. Namun ketika saya melihat dia, saya juga tahu kalau orang tua itu lebih membutuhkan anaknya berada disana dan kenyataannya anaknya tidak disini. Saya menyadari betapa sakit rasa yang dia alami dan saya tidak sanggup mengatakan bahwa saya bukan anaknya. Dia membutuhkan saya. Maka karena itu saya tetap tinggal.”

Kemudian dia melanjutkan :

“Sesungguhnya tadi malam saya datang kesini ingin bertemu dengan Mr. William. Anaknya telah meninggal dalam perang Irak hari ini dan saya datang ingin memberitahukan kabar duka ini. Tapi suster membawa saya pada orang tua itu. Jadi siapa sebenarnya namanya suster?”

Dengan airmata, perawat menjawab

“Namanya Mr. William. Dia sedang menunggu anaknya.”

-II-

 Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan siapa yang membutuhkan bantuan kita. Siapapun kita pasti ada seseorang yang membutuhkan bantuan kita.

Tags: , , , , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address