Leadership 5538366232_0c06615ea1_z

Published on March 8th, 2012 | by duniatraining

0

5 Hal Penyebab Demotivasi

Kadang kita merasa dapat melakukan berbagai hal, penuh motivasi dan menset target yang tinggi untuk diri sendiri, namun tanpa disadari seiring berjalannya waktu, kita berangsur-angsur melupakan apa yang kita telah set sebelumnya, mungkin tidak sepenuhnya namun seakan tujuan kita dan langkah yang kita ambil saling bertolak belakang.

Banyak komentar bernada pesimis di sela-sela perbincangan tentang pencapaian target, seperti

“Saya tidak bersemangat”, “Merasa banyak alasan untuk melakukan berbagai hal”, “Waktu yang begitu sempit” atau yang lebih buruk “Rasa malas saat melakukan sesuatu, padahal hal tersebut harus dilakukan”.

Seperti yang diucapkan Jim Rohn

“If you really want to do something, you’ll find a way. If you don’t, you’ll find an excuse”.

Anda harus mengidentifikasi masalah Anda yang menyebabkan Anda merasa demotivasi, dengan mengidentifikasi hambatan Anda, akan membantu dalam membangun dasar yang bekelanjutan sehingga Anda mampu memotivasi diri sendiri.

Berikut 5 hal yang menjadi penyebab Anda merasa demotivasi atau kehilangan motivasi Anda dalam meraih setiap keberhasilan Anda.

  1. Perfeksionis.
    Banyak orang tidak sadar memiliki sifat perfeksionis, selalu menuntut kesempurnaan, bahkan yang lebih buruk , kadang orang perfeksionis beranggapan “Jika tidak sempurna, mengapa harus repot-repot dikerjakan ?”. Penghargaan dari orang lain, mendapatkan nilai terbaik dan pencapaian yang dilihat banyak orang, penting artinya untuk seseorang dengan sifat perfeksionis.Yang harus kita sadari bahwa kita tidak selalu dapat mendapatkan hasil yang sempurna, yang dapat kita lakukan adalah melakukan proses guna meraih pencapaian yang kita inginkan dengan sebaik baiknya. Standar pencapaian yang terlalu tinggi akan membuat kita lebih mudah menyerah. Ukurlah diri sendiri dan tentukan standar pencapaian Anda secara realistis dengan kemampuan Anda. Thomas Edison menemukan 3000 penemuan atas hasil kerja kerasnya dan bergelut dengan kegagalan, namun ia tidak pernah menyerah dan memahami bahwa kegagalan mengantarkan kita pada kesuksesan yang lebih besar, asalkan kita mau terus bangkit. Jangan takut terhadap ketidaksempurnaan dan kegagalan, saat kita dalam proses pembelajaran, kita akan terus menemukan hal baru, memperbaiki kesalahan kita selama kita terus mau berusaha dan bangkit dari kegagalan untuk mencapai setiap kesuksesan kita.
  2. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
    Setiap motivasi bersifat sangat personal. Saat meraih kesuksesan, Anda harus menentukan sendiri jalan Anda, setiap orang memiliki pencapaian dan prioritas yang berbeda.Sangat membuang waktu ketika Anda mencoba untuk menjadi orang lain, kehidupan Anda hanya sekali dan Anda hanya ada satu, jadilah diri Anda sendiri dan temukan jalan kesuksesan Anda. Apa yang kita butuhkan untuk meraih kesuksesan telah tersedia dan untuk meraihnya kita harus mampu melihat setiap peluang untuk kita, bukan merasa orang lain lebih beruntung dari kita.
  3. Harga diri rendah.
    Setiap orang pernah melakukan kesalahan, namun tidak semua orang mampu belajar dari kesalahan yang telah terjadi. Banyak hal yang dapat membuat seseorang merasa rendah diri, diantaranya kesalahan di masa lalu, merasa tidak dapat berkonstribusi atau pola asuh yang kurang membangun mentalitas pemenang. Milikilah harga diri yang baik, bagaimana cara Anda memandang diri Anda akan berdampak pada bagaimana orang lain memandang Anda. Hargai setiap pencapaian yang Anda miliki dan fokus terhadap target yang telah Anda setting. Hargai kehidupan Anda dengan melakukan sebaik mungkin apapun yang sedang Anda kerjakan.
  4. Melakukan banyak hal secara bersamaan.
    Saat kita bersemangat untuk meraih kesuksesan kita, kadang ide ide spektakuler datang bertubi-tubi, rencana dibuat sedemikian rupa dengan sempurna dan banyak hal yang ingin kita lakukan. Disadari atau tidak hal tersebutlah yang membuat kita demotivasi dan seakan terjebak di antara keinginan kita serta tak tahu apa yang harus dilakukan pertama kali.Gunakanlah system check list, analisis ide-ide brilian mana yang memang dapat direalisasi dan cukup realistis untuk diwujudkan. Lawanlah ego kita dengan menentukan sebuah pilihan yang memang menjadi prioritas kita dan fokus terhadap hal tersebut. Dengan melakukan berbagai hal tesebut, Anda dapat tetap termotivasi dan dapat melakukan lebih banyak hal secara lebih terstruktur.
  5. Beralasan.
    Selalu ada alasan, mengapa tidak selesai hari ini, mengapa tidak dapat melakukannya, dan bagaimana Anda melakukannya besok. Ketika kita merasa berada di comfort zone dan tidak ingin beranjak, ego kita akan merakit berbagai alasan yang membuat Anda tetap di status yang ada sekarang.Hal ini sangat berbahaya, karena setiap alasan akan membuat Anda terancam dan menjadikan Anda tidak tumbuh. Sesungguhnya mekanisme beralasan akan membuat Anda berupaya untuk tetap berada di confort zone dan berangsur angsur motivasi untuk meraih pencapaian Anda akan hilang, sadari bahwa kemampuan Anda lebih besar daripada rasa takut Anda untuk berubah. Terus berupaya untuk belajar akan menjadikan Anda pribadi yang tangguh dan mampu menaklukkan segala tantangan.

Tags: , , , , , ,


About the Author

duniatraining

pecinta pengembangan diri dan berkomitmen untuk memberikan motivasi dan inspriasi terbaik di website ini untuk para pecinta pengembangan diri lainnya. Delivering Happiness adalah value kami.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

Email address